Senne Lammens mengatakan ia ingin menjadi kiper hebat Manchester United seperti Peter Schmeichel, dan ia pun menanggapi dengan santai ketika legenda Denmark itu mengaku tidak tahu siapa dirinya setelah transfer senilai £21,7 juta dari Royal Antwerp.
Lammens, yang baru berusia 21 tahun, menjadi sorotan setelah kepindahannya ke Old Trafford musim panas ini. Banyak penggemar United yang bertanya-tanya tentang kualitas dan pengalaman sang kiper muda, apalagi setelah Peter Schmeichel, salah satu kiper terbesar dalam sejarah klub, secara terbuka menyindir bahwa United telah membeli kiper yang salah.
Schmeichel, yang membawa United meraih banyak gelar termasuk treble bersejarah pada 1999, sempat mengatakan di sebuah acara televisi bahwa ia bahkan tidak mengenal nama Lammens. “Saya harus jujur, saya tidak tahu siapa dia. Saya kira United butuh kiper yang sudah terbukti di level tertinggi,” ujar Schmeichel saat itu.
Namun, Lammens justru menanggapi komentar tersebut dengan santai dan penuh humor. Dalam wawancara eksklusif bersama media Inggris, ia berkata, “Saya tumbuh besar dengan menonton aksi Peter Schmeichel. Ia adalah salah satu idola saya. Jadi, ketika saya mendengar komentarnya, saya justru tertawa. Saya tahu, sebagai pemain muda, wajar jika orang-orang belum mengenal saya. Tapi saya ingin membuktikan diri dan suatu hari nanti bisa dikenang seperti Schmeichel di klub ini.”
Ambisi Menjadi Legenda di Old Trafford
Lammens mengakui bahwa tekanan bermain untuk klub sebesar Manchester United sangatlah besar, apalagi di posisi penjaga gawang yang selalu menjadi sorotan. Namun, ia menegaskan bahwa tekanan itu justru menjadi motivasi baginya untuk berkembang.
“Saya tahu ekspektasi di sini sangat tinggi. Setiap kesalahan bisa menjadi berita besar. Tapi saya suka tantangan itu. Saya ingin menjadi bagian dari sejarah klub ini, seperti Peter Schmeichel, Edwin van der Sar, atau David de Gea. Mereka semua adalah kiper hebat yang meninggalkan warisan di Old Trafford. Saya ingin mengikuti jejak mereka,” ujar Lammens.
Lammens juga mengungkapkan bahwa ia sudah mulai beradaptasi dengan gaya permainan di Liga Inggris yang terkenal cepat dan fisikal. Ia mengaku banyak belajar dari para pelatih kiper United serta para pemain senior di tim utama.
“Setiap hari saya belajar sesuatu yang baru. Saya beruntung bisa berlatih bersama kiper-kiper hebat di sini dan mendapat bimbingan dari pelatih yang sangat berpengalaman. Saya juga banyak berdiskusi dengan para pemain senior tentang bagaimana menghadapi tekanan dan menjaga konsistensi di level tertinggi,” tambahnya.
Senang Dianggap Membosankan
Salah satu hal menarik yang diungkapkan Lammens adalah soal gaya bermainnya yang kerap dianggap ‘membosankan’ oleh sebagian pengamat. Ia dikenal sebagai kiper yang lebih mengutamakan keamanan dan jarang melakukan aksi-aksi spektakuler yang berisiko.
Namun, Lammens justru merasa bangga dengan reputasi tersebut. “Saya sering mendengar orang bilang saya kiper yang membosankan karena saya tidak suka mengambil risiko yang tidak perlu. Tapi bagi saya, tugas utama kiper adalah menjaga gawang tetap aman. Jika itu berarti saya harus bermain aman dan tidak melakukan penyelamatan akrobatik, saya tidak masalah. Saya senang dianggap membosankan, selama tim saya menang dan tidak kebobolan,” jelasnya sambil tersenyum.
Lammens juga menambahkan bahwa ia banyak belajar dari gaya bermain kiper-kiper top dunia yang mengutamakan konsistensi dan ketenangan, seperti Alisson Becker dan Jan Oblak. “Mereka selalu tenang di bawah tekanan dan jarang membuat kesalahan. Itulah yang ingin saya tiru,” katanya.
Dukungan dari Rekan Setim dan Fans
Meski sempat diragukan, Lammens mengaku mendapat banyak dukungan dari rekan-rekan setimnya di Manchester United. Ia menyebut para pemain senior seperti Bruno Fernandes dan Raphael Varane selalu memberinya semangat dan nasihat agar tetap percaya diri.
“Sejak hari pertama saya datang, semua orang di klub sangat membantu. Mereka tahu saya masih muda dan butuh waktu untuk beradaptasi. Tapi mereka selalu bilang, ‘Jangan dengarkan komentar negatif, fokus saja pada latihan dan pertandingan.’ Itu sangat membantu saya untuk tetap tenang dan fokus,” ungkap Lammens.
Tak hanya dari rekan setim, Lammens juga mulai merasakan dukungan dari para fans United. Ia mengaku terharu ketika mendengar para suporter menyanyikan lagu-lagu dukungan untuknya di Old Trafford, meski ia baru saja bergabung.
“Saya tidak pernah membayangkan bisa bermain di depan puluhan ribu fans di Old Trafford. Itu mimpi yang jadi kenyataan. Saya ingin membalas kepercayaan mereka dengan penampilan terbaik di setiap pertandingan,” katanya.
Masa Depan Cerah di Manchester United
Dengan usia yang masih sangat muda, Lammens memiliki waktu panjang untuk berkembang dan membuktikan diri di Manchester United. Ia sadar bahwa persaingan di posisi kiper sangat ketat, namun ia yakin kerja keras dan dedikasi akan membawanya menuju kesuksesan.
“Saya tahu perjalanan saya masih panjang. Saya harus terus belajar dan bekerja keras setiap hari. Tapi saya percaya, dengan dukungan dari klub, pelatih, dan fans, saya bisa mencapai level tertinggi dan menjadi bagian penting dari Manchester United di masa depan,” tutup Lammens dengan penuh keyakinan.
Kini, Senne Lammens siap membuktikan bahwa Manchester United tidak salah memilih dirinya, dan ia bertekad untuk menulis sejarah baru sebagai kiper andalan Setan Merah, mengikuti jejak para legenda seperti Peter Schmeichel.
Leave a Reply